Judul : Sergius Mencari Bacchus Penulis : Norman Erikson Pasaribu Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Ilustrator, Disain Sampul, Tata Letak : Leopold A. Surya Indrawan Keragaman dalam Sastra Indonesia, khususnya puisi sulit terwujud jika penulisnya itu-itu lagi. Ini mengacu pada panyair laki-laki heteroseksual yang nama-namanya mendominasi jagat sastra kita. Iya, benar dominasi ini sedikit berkurang dengan munculnya banyak nama perempuan beberapa tahun belakangan ini. Namun, perjalanan untuk memperkaya keragaman Sastra Indonesia masih panjang dan harus terus dilakukan. Memambah keragaman sastra bukan hanya dengan menambah karya dari penulis perempuan. Dunia tidaklah biner, bukan hanya ada laki-laki dan perempuan. Sejak zaman nenek moyang kita, ada spektrum gender yang nonbiner. Sergius Mencari Bacchus karya Norman Erikson Pasaribu menambah kekayaan Sastra Indonesia dari sisi nonbiner tersebut. Buku ini memenangkan Sayembara Manuskrip Buku Puisi Dewan Kesenian Jakarta (...
Judul : Patiwangi Pengarang : Oka Rusmini Penerbit : Bentang Budaya Cetakan : Pertama, Juli 2003 Pemeriksa Aksara : Yayan R.H., Heni Purwaningsih Penata Aksara : Sugeng D.T. Oka Rusmini merupakan sedikit dari sekian penulis yang berhasil menguasai tiga bentuk fiksi: novel, cerpen, dan puisi. Perempuan Bali yang lahir di Jakarta, 11 Juli 1967 ini dikenal pertama kali lewat novel Tarian Bumi pada tahun 2000. Novel yang sarat dengan budaya Bali ini menjadi ciri khas karya-karya Oka dalam bentuk lain: cerpen dan puisi. Pada tahun 2003, novel ini mendapat Penghargaan Penulisan Karya Sastra 2003 dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (dulu Pusat Bahasa) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam Ensiklopedia Sastra Indonesia disebutkan, Tarian Bumi dianggap sebuah babak baru penulisan prosa panjang di Indonesia yang menampilkan tokoh-tokoh perempuan berbeda dibandingkan penggambaran yang pernah ada dalam khazanah sastra sebelumnya, yaitu...
Tangkapan layar kesaksian Cheryl Zondi dari SABC News Cheryl Zondi merupakan saksi pertama dalam sidang Timothy Omotoso dan dua terdakwa perempuan dari gereja Jesus Dominion International yang berbasis di Eastern Cape, Afrika Selatan. Mereka menghadapi 97 dakwaan, mulai dari pelecehan seksual hingga pemerkosaan dan perdagangan manusia. Perempuan yang saat itu berusia 22 tahun, menolak namanya disamarkan dan tampil dengan berani menghadapi pelaku di persidangan. Cheryl merupakan anggota grup vokal yang terdiri dari tiga orang perempuan. Grup bernama Grace Galaxy bernyanyi secara rutin di Gereja yang dipimpin Omotoso. Sejak 14 tahun saat dia mulai bernyanyi untuk gereja, Cheryl diperkosa. Kejadian tersebut berulang, bahkan hingga dia berusia 19 tahun. Saat bersaksi, Cheryl dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan pengacara terdakwa yang memojokkannya. Bukan hanya itu, istri terdakwa yang hadir dalam persidangan juga sering bereaksi dan berkomentar terhadap kesaksian Cheryl, bahkan sempat di...
Komentar
Posting Komentar